Bapak sakit, restrukturisasi bebas Hutang 2020 jadi kacau!
Dear Kamu,
Ini cerita bulan Februari 2020 tentang si bapak yang masuk rumah sakit.
Desember 2019 lalu kamu sempat pulang ada kerjaan yang mengharuskan kamu ke Jakarta, kebiasan buruk kamu kalau ke Jakarta yang ada di kepala dan pikiran cuma satu hal yaitu MAKANAN. Jadi Sebelum pergi ke Jakarta kamu dah punya daftar mau makan apa dan dimana.
Parahnya selama satu minggu itu cuma makanan aja yang ada di pikiranmu, habis itu kamu malah siap-siap pergi naik kereta ke Surabaya sendirian lagi-lagi cuma buat cari makanan.
Singkat cerita kamu tidak banyak menyempatkan waktu sama bapak, sampai-sampai diantara waktu kamu ada di sana si bapak harus operasi Katarak matanya dan kamu tetep tinggalkan, tapi salahnya si Bapak dia juga gak bilang sih, tapiiiii jugaaa kamu lebih salah karena kamu tetep pergi ke Surabaya gak temani bapak. Emang sih waktu itu keadaanya semua tiket kereta Jakarta-Surabya dan tiket Pesawat Surabaya ke Bali udah di Beli.
Terakhir yang benar-benar ketemu dan ngobrol sama bapak itu di bulan November 2019 waktu kita jalan-jalan ke Bali Barat.
Singkat cerita, di bulan Februari berapa kali ngeluh perutnya sakit dan bulak-balik klinik. Karena rasa sakitnya dan bapak sendiri dirumah akhirnya bapak diajak keponakannya untuk tinggal di Kebun Jeruk jadi ada yang jaga. Waktu di Kebun Jeruk Bapak bilang sakit hebat dan harus dibawa ke RS, kebetulan RS terdekat adalah RS Pelni. Akhirnya bapak dibawa ke RS dan harus rawat inap, ternyata ada infeksi bagian perut dan pembuangan anus, wasirnya sudah cukup lumayan parah meskipun tidak sampai harus operasi asal menjaga makan sehat.
Pikiran kamu udah kacau balau, dari kesehatan dan keadaan bapak sampai ke soal keuangan:
1. Antara kamu dan kakak harus ke Jakarta
2. Bayar RS gimana, karena Deposito masih jauh banget cairnya
3. Apa harus Hutang ke kantor dulu?
4. Gimana nanti keadaanya Bapak pasca RS, di Tangerang sendiri?
Akhirnya diputuskan Kakak ke Jakarta untuk temenin bapak sampai bisa pulang dan kontrol pasca rawat inap. Demi kepastian bersama akhinya kamu minta advance 2 bulan kebetulan bulan Maret ada Hari Raya Nyepi, jadi kamu minta di muka pembayaran Gaji selama 2 bulan plus THR 1 Bulan. Aman dan lega banget rasanya waktu permintaan diterima kantor, bersyukur banget punya kantor yang pengertian. Meskipun gak gampang juga pengang dana Untuk kebutuhan hidup bulan selanjutnya kalau tidak pandai kelola tidak akan sampai ke bulan depan. Padahal lagi restrukturisasi pendapatan supaya bisa bebas hutang di tahun 2020. Dari semenjak hal ini jadi timbul rasa kerisauan finansial.
Berkat kedua adalah bapak bisa cepat pulang dan biaya rawat inap sebesar 16 juta rupiah ternyata masih ditanggung BPJS Kesehatan. Praised the Lord! Astungkara, berupaya agar anggaran tetap bisa dipakai sampai bulan mendatang dan alokasi dana yang udah disediakan buat berobat bapak bisa dipakai untuk demobilisasi Bapak ke Bali nanti ketika udah sembuh. Hal ini juga yang membuat kerisauan finansial semakin mendalam.
Keadaan Bapak pasca operasi sudah membaik selama masa penyembuhan, tapi sampai di bulan Juli ini yang rencana bapak mau dipindahkan ke Bali belum terlaksana karena batasan penyebaran COVID-19! Pandemi yang terjadi tahun ini dampaknya dahsyat! Beberapa lokasi di Indonesia menerapkan jarak fisik yang ketat! Bahkan pesawat diberhentikan, baru Juli ini banyak pesawat mulai beroperasi, kakak sudah pulang dari awal bulan Maret, untung saja! Kalau dia pulang lebih lambat dia akan susah pulang ke Bali.
Sampai Juli ini Bapak masin di Rumah Tangerang. Menjelang tanggal 13 Juli nanti, pas sekali ulang tahun beliau yang ke 65 tahun. Biasanya kami rayakan makan malam bersama atau tiup lilin, kali ini harus terpisah jauh. Sesuai informasi usia diatas 60 paling rentan terkena COVID-19. Sehingga yang paling bijaksana adalah untuk Bapak dirumah dulu sampai situasi kembali kondusif.
Semoga virus ini cepat berlalu dan bapak bisa kembali berkumpul besama keluarganya di Bali.
Comments
Post a Comment